HomeE-SertifikasiInfo Lainnya Uji Kompetensi Pekerja Sosial di Banda Aceh

Uji Kompetensi Pekerja Sosial di Banda Aceh

 

 

Sebanyak 24 orang pekerja sosial, mengikuti uji kompetensi Sertifikasi Peksos di Aula PSAA Darusa’adah Banda Aceh. Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial selaku unit eselon II di Kementerian Sosial melaksanakan uji Kompetensi dengan melibatkan LSPS selaku lembaga independent dan Asesor dari LSPS. Ukom diikuti oleh sakti peksos Kementerian sosial, Peksos fungsional dari PSAA Darusaa’dah, LPKS ABH, LPKS RSAM dan P3K dari dinas Sosial Prop Aceh , LSM dan kalangan pendidik pekerjaan sosial dari UIN  Arraniry Banda Aceh serta  pekerja Sosial dari berbagai kabupaten kota Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ujian ini merupakan kelanjutan dari Bimbingan teknis pra sertifikasi Pekerja Sosial pada tanggal 26- 27Juli  2016 yang saat itu diikuti oleh 66 orang. Acara dibuka oleh ketua Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial (LSPS) Dr. Rudi Saprudin Darwis. Dalam kata sambutannya Rudi menyampaikan “pentingnya sertifikasi bagi pekerja sosial. Saat ini sudah banyak kegiatan peksos yang mensyaratkan peksos tersertifikasi. Bersyukurlah bagi peserta yang dapat mengikuti ukom periode ini, tambahnya”. Dari Pusbangprof Peksos dan Pensos Kemensos diwakili oleh Dra. Eka Patriana (Kabid Sertifikasi dan Akreditasi). Eka Patriana menyampaikan pesan “agar peserta mengikuti ukom dengan serius dan tidak bekerja sama dalam menjawab ujian tulis. Di setiap pelaksanaan ukom senantiasa terdapat peserta yang tidak lulus karena nilai ujian tertulisnya rendah dan komponen lainnya juga rendah”,  selain itu juga eka patriana menyampaikan pesan kembali “agar peksos yang telah  tersertifikasi dapat lebih meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi personal serta dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada lembaga tempat mereka bekerja”

Rangkaian ukom meliputi ujian tertulis, penilaian portofolio dan ujian wawancara.  Dilaksanakan dalam 2 hari. Hari 1 adalah ujian tertulis  acara dimulai 09.00 sampai 19.15. Hari 2 dilanjutkan ujian wawancara mulai 09.00 sampai 16.05 bertempat di ruang rapat PSAA Darusa’adah.  Asesor yang bertugas untuk wilayah Aceh adalah Sugeng Pujileksono dan I Wayan G Sartana.

 

 

Kesulitan yang dihadapi dalam ukom adalah mengisi form portofolio yang meliputi CV, deskripsi diri dan penilaian persepsional, khususnya deskripsi diri. Menurut Emil Fahmi (LPKS ABH Dinsos Aceh), pengisian deskripsi diri sangat sulit dan menyita waktu. Point-point pertanyaan portofolio sebenarnya sudah dipraktekkan, namun sulit dalam menuliskannya, ujar Hasna Nurwendah. Kesulitan peserta dalam menuliskan portofolio juga diakui asesor saat mewawancarai peserta. Sebagian besar peserta kurang rinci dalam menuliskan pengalaman prakteknya dalam bentuk tulisan, ujar I Wayan Gel Gel.

 

Evaluasi Pelaksanaan Bimtek dan Ukom

 

 

Acara ukom di Aceh kali ini dimanfaatkan pula sebagai ajang pengumpulan kuesioner dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Teknis, Komitmen dan Kompetensi Peserta terhadap Pelaksanaan Uji Kompetensi Pekerjaan Sosial”. Penelitian ini merupakan kerja sama DPP IPSPI, LSPS dan Pusbangprof Peksos dan Pensos. Penelitian yang diketuai oleh Sugeng Pujileksono ini merupakan salah satu program bidang Diklat, Penelitian dan Pengembangan Profesi DPP IPSPI kepengurusan 2015-2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi stakeholder terkait dengan pelaksanaan sertifikasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki pelaksanaan bimbingan teknis dan ukom. Rencananya penyebaran angket akan dilaksanakan pada ukom selanjutnya di kota lain. (9/10) Mira Wuryantari

Read 535 times Last modified on Friday, 21 October 2016 06:55

About the author