Home
Tuesday, 11 October 2016 02:58

Uji Kompetensi Pekerja Sosial di Banda Aceh

Written by

 

 

Sebanyak 24 orang pekerja sosial, mengikuti uji kompetensi Sertifikasi Peksos di Aula PSAA Darusa’adah Banda Aceh. Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial selaku unit eselon II di Kementerian Sosial melaksanakan uji Kompetensi dengan melibatkan LSPS selaku lembaga independent dan Asesor dari LSPS. Ukom diikuti oleh sakti peksos Kementerian sosial, Peksos fungsional dari PSAA Darusaa’dah, LPKS ABH, LPKS RSAM dan P3K dari dinas Sosial Prop Aceh , LSM dan kalangan pendidik pekerjaan sosial dari UIN  Arraniry Banda Aceh serta  pekerja Sosial dari berbagai kabupaten kota Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ujian ini merupakan kelanjutan dari Bimbingan teknis pra sertifikasi Pekerja Sosial pada tanggal 26- 27Juli  2016 yang saat itu diikuti oleh 66 orang. Acara dibuka oleh ketua Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial (LSPS) Dr. Rudi Saprudin Darwis. Dalam kata sambutannya Rudi menyampaikan “pentingnya sertifikasi bagi pekerja sosial. Saat ini sudah banyak kegiatan peksos yang mensyaratkan peksos tersertifikasi. Bersyukurlah bagi peserta yang dapat mengikuti ukom periode ini, tambahnya”. Dari Pusbangprof Peksos dan Pensos Kemensos diwakili oleh Dra. Eka Patriana (Kabid Sertifikasi dan Akreditasi). Eka Patriana menyampaikan pesan “agar peserta mengikuti ukom dengan serius dan tidak bekerja sama dalam menjawab ujian tulis. Di setiap pelaksanaan ukom senantiasa terdapat peserta yang tidak lulus karena nilai ujian tertulisnya rendah dan komponen lainnya juga rendah”,  selain itu juga eka patriana menyampaikan pesan kembali “agar peksos yang telah  tersertifikasi dapat lebih meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi personal serta dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada lembaga tempat mereka bekerja”

Rangkaian ukom meliputi ujian tertulis, penilaian portofolio dan ujian wawancara.  Dilaksanakan dalam 2 hari. Hari 1 adalah ujian tertulis  acara dimulai 09.00 sampai 19.15. Hari 2 dilanjutkan ujian wawancara mulai 09.00 sampai 16.05 bertempat di ruang rapat PSAA Darusa’adah.  Asesor yang bertugas untuk wilayah Aceh adalah Sugeng Pujileksono dan I Wayan G Sartana.

 

 

Kesulitan yang dihadapi dalam ukom adalah mengisi form portofolio yang meliputi CV, deskripsi diri dan penilaian persepsional, khususnya deskripsi diri. Menurut Emil Fahmi (LPKS ABH Dinsos Aceh), pengisian deskripsi diri sangat sulit dan menyita waktu. Point-point pertanyaan portofolio sebenarnya sudah dipraktekkan, namun sulit dalam menuliskannya, ujar Hasna Nurwendah. Kesulitan peserta dalam menuliskan portofolio juga diakui asesor saat mewawancarai peserta. Sebagian besar peserta kurang rinci dalam menuliskan pengalaman prakteknya dalam bentuk tulisan, ujar I Wayan Gel Gel.

 

Evaluasi Pelaksanaan Bimtek dan Ukom

 

 

Acara ukom di Aceh kali ini dimanfaatkan pula sebagai ajang pengumpulan kuesioner dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Teknis, Komitmen dan Kompetensi Peserta terhadap Pelaksanaan Uji Kompetensi Pekerjaan Sosial”. Penelitian ini merupakan kerja sama DPP IPSPI, LSPS dan Pusbangprof Peksos dan Pensos. Penelitian yang diketuai oleh Sugeng Pujileksono ini merupakan salah satu program bidang Diklat, Penelitian dan Pengembangan Profesi DPP IPSPI kepengurusan 2015-2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi stakeholder terkait dengan pelaksanaan sertifikasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki pelaksanaan bimbingan teknis dan ukom. Rencananya penyebaran angket akan dilaksanakan pada ukom selanjutnya di kota lain. (9/10) Mira Wuryantari

Thursday, 22 September 2016 02:22

Bimbingan Teknis TIM Layanan Dukungan Psikososial

Written by

 

 

Bogor (21/09) - Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terdampak bencana. Pemberian Dukungan Psikososial merupakan bentuk intervensi sosial yang saat ini menjadi fokus untuk dikembangkan dalam strategi pengurangan risiko bencana di Indonesia sebagaimana tertuang pada Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya Pasal 6 dan pasal 8 yang telah mengamanatkan bahwa tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

 

 

 

Sebagai upaya untuk mempercepat ketersediaan dan keberadaan sumber daya manusia Tim Fasilitator Dukungan Psikososial di lingkungan Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklit Pensos) yang memiliki 6 (enam) Balai Besar Pendidikan dan Pelatihanan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) dan tersebar pada 6 wilayah regional di Indonesia serta Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung maka Pusat Pengembangan Profesi Peksos dan Pensos sebagai Instansi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis Tim Layanan Dukungan Psikososial yang diselenggarakan pada tanggal 20 – 24 September 2016 di Hotel The Sahira Bogor.

 

 


 

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Profesi Peksos dan Pensos “ Drs Manggana Lubis, M.Si “ itu diikuti oleh para Widyaiswara, Pekerja Sosial dan Pengelola Instalasi Laboratorium Pekerja Sosial yang berasal dari 6 wilayah regional BBPPKS serta para Dosen dari STKS ditambah dengan Penyuluh Sosial dari Pusat Pengembangan Profesi Peksos dan Pensos. Pada pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan selama 5 hari ini, para fasilitator yang berasal dari Jaringan Dukungan Layanan Psikososial Indonesia, Pusat Krisis Universitas Indonesia dan Fakultas Psikologi UNIKA menyampaikan materi tentang Bencana dan Layanan Dukungan Psikososial melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Role Play Game. Setelah kegiatan Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat menjadi tenaga pemberi layanan Dukungan Psikososial dan menjadi “Embrio” Fasilitator yang mampu melatih Tim Layanan Dukungan Psikososial dalam menangani korban bencana di lapangan/lokasi sesuai dengan wilayah satuan kerja masing-masing. Dalam penanganan korban bencana di lokasi keterkaitan baik secara internal maupun eksternal Tim Layanan Dukungan Psikososial diharapkan bekerja sama dengan Tim Layanan Dukungan Psikososial dari Direktorat PSKBA atau personil dari Dinas Sosial (Provinsi, Kab/Kota), LK3 serta Relawan (Tagana, Sahabat Tagana, PSM) dll. (Hasatama)



klik logo  Download  untuk mengunduh/download

Thursday, 23 June 2016 01:47

PEMBERITAHUAN BENTUK KORUPSI

Written by

 

Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial

 

PEMBERITAHUAN BENTUK KORUPSI

 

PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PEKERJA SOSIAL & PENYULUH SOSIAL

PENGUMUMAN

SELEKSI ADMINISTRASI CALON ANGGOTA BALKS DAN LSPS

 

PENGUMUMAN PERPANJANGAN MASA

PENDAFTARAN CALON ANGGOTA

BADAN AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL

DAN LEMBAGA SERTIFIKASI PEKERJA SOSIAL

 

 

Friday, 13 May 2016 02:33

Workshop Peningkatan Kapasitas Jabfung Pensos

Written by

Workshop Peningkatan Kapasitas Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial

 

Kabadiklit Pensos Bpk. Muman Nuryana, M.Sc Ph.D

 

Bogor (10/05) - Dalam rangka peningkatan kompetensi Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial, dan untuk mensinergikan penanganan serta pelayanan Isue-Isue serta Program-Program Prioritas Kementerian kaitannya dengan Fungsi dan Peran Penyuluh Sosial sebagai garda terdepan dalam Penyelenggaraan Pembangunan Kesejahteraan Sosial sebagaimana di amanatkan dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyuluhan Sosial, maka Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial sebagai instansi dan Unit Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial yang di selenggarakan pada tanggal 10-13 Mei 2016 di Hotel The Sahira Bogor.

 

 

Kegiatan Workshop yang di buka oleh Plt Kabadiklit Pensos "Muman Nuryana, M.Sc Ph.D" dan di ikuti oleh seluruh Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial Kementerian Sosial yang tersebat di unit - unit teknis di regional Jabodetabek dengan berbagai setting pelayanan serta Penyuluh Sosial dari Dinas Sosial Pemerintah Kota Bandung. Melalui kegiatan Workshop di harapkan Penyuluh Sosial memperoleh pembekalan untuk dapat menjadi motivator bagi dirinya sendiri, keluarga maupun bagi masyarakat umum sebagai sasaran penyuluhan sosial, serta bertujuan sebagai ajang konsolidasi serta bertukar informasi. Acara ini juga turut mengundang beberapa Narasumber yaitu Kepala Pusbangprof Peksos dan Pensos "Drs. Manggala Lubis, M.Si" dan Kepala Pusat Penyuluhan Sosial "Dra. Tati Nugrahati Sukaptina, M.Si" sebagai stakeholder terkait Penyuluhan Sosial dan juga Praktisi di Bidang Public Speaking yaitu Mohammad Subagio dan Rus Triyanto dari Moh Subagio Training and Co

 

 

Penyuluh Sosial sebagai garda terdepan serta sebagai ujung tombak tentunya harus memahami substansi program - program penanganan PMKS serta isue - isue di dalam memberikan Penyuluhan Sosial dengan menyampaikan informasi, Komunikasi dan Edukasi serta motivasi kepada masyarakat dengan baik dan benar dalam upaya membangun partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial yang terus berkelanjutan. (Bq-Hs)